ECO ENZYME UNTUK SEMUA GERAKAN PENGOLAHAN SAMPAH DAPUR MENUJU RUMAH TANGGA DAN PERTANIAN ORGANIK
Main Article Content
Abstract
Pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi tantangan lingkungan di wilayah semi-rural seperti Surantih Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Sampah dapur yang tidak terkelola dapat menimbulkan pencemaran dan masalah kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dalam mengolah limbah dapur menjadi eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami dan pupuk organik. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2025 dengan melibatkan 53 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Pelatihan mencakup penyuluhan, demonstrasi teknis, praktik pembuatan, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan dan mulai memanfaatkan eco enzyme dalam aktivitas rumah tangga seperti pembersih lantai, pencuci piring, serta dalam kegiatan pertanian sebagai pupuk cair dan pestisida nabati. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa eco enzyme merupakan solusi praktis, murah, dan ramah lingkungan yang dapat diadopsi oleh masyarakat. Rekomendasi ke depan adalah replikasi program di wilayah lain serta pembentukan kelompok produksi untuk keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang
Jalan Tamansiswa No 9 Padang
Sumatera Barat
References
Fadilah, R., Santoso, M. A., & Nurhidayati. (2021). Peran keluarga dalam edukasi lingkungan melalui praktik eco enzyme di rumah. Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 3(2), 89–96.
Hamid, N., Zainal, Z., & Wahid, M. (2022). Impact of eco enzyme as biofertilizer and biopesticide in community farming. Journal of Environmental Management, 304, 114–122.
Islami, S., Yanti, B., & Anggraini, D. (2024). Pelatihan Eco enzyme Sebagai Upaya Pengurangan Sampah Organik di Kawasan Suburban. Jurnal Pengabdian Lingkungan, 6(1), 11–20.
Islami, S., et al. (2024). Peningkatan Kualitas Lingkungan melalui Aplikasi Massal Eco Enzyme, Sosialisasi, Penuangan, dan Penerapan di Sektor Pertanian. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Dewantara, Unitas Padang. Volume 7, Nomor 2.
KLHK. (2023). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Diakses dari sipsn.menlhk.go.id
Lee, S., & Tan, M. (2021). Household Waste Conversion into Eco enzyme: A Review of Practices and Benefits. Waste Management Journal, 45(3), 233–240.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Punrak, S. (2020). Eco enzyme: Green Solutions for the Future. Bangkok: Community Green Initiative Press.
UN Environment Programme. (2023). Reducing Urban Organic Waste: Solutions for Community Action. Nairobi: UNEP.
Widiyanto, B., & Prasetyo, I. (2021). Efektivitas kebijakan berbasis komunitas dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Jurnal Kebijakan Publik dan Lingkungan, 4(1), 77–89.
Wang, H., Liu, Q., & Li, F. (2022). Multifunctional Use of Eco enzyme in Urban Agriculture: Evidence from China. Urban Sustainability, 6(2), 188–198.