ANALISIS SPASIAL SEBARAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DI SUB DAS BIYONGA KABUPATEN GORONTALO

Main Article Content

Sri Rahayu Ayuba

Abstract

This research was conducted in the Biyonga Sub-watershed of Gorontalo Regency. The purpose of this research is to look spatially at the level of land criticality in the Biyonga Sub-watershed and see the effect of the effective depth of the soil. This study uses scoring and overlay methods with the help of Geographic Information Systems. The results showed that the Biyonga Sub-watershed has four land criteria including Critical Potential with an area of ??170.7 Ha, Somewhat Critical 4048 Ha, Critical 2396 Ha and Very Critical 2300.4 Ha which influence on the effective depth of the land based on field measurements marked on the land very critical and critical with the condition of the effective depth of relatively shallow soils that is between 60-30 cm.

Article Details

How to Cite
AYUBA, Sri Rahayu. ANALISIS SPASIAL SEBARAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DI SUB DAS BIYONGA KABUPATEN GORONTALO. Jurnal Azimut, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 85-95, dec. 2022. ISSN 2656-5226. Available at: <https://ojs.unitas-pdg.ac.id/index.php/azimut/article/view/854>. Date accessed: 15 june 2024. doi: https://doi.org/10.31317/jaz.v4i2.854.
Section
Articles

References

Arif N. 2011. Kajian Kemampuan Jaringan Syaraf Tiruan Berbasis Citra Alos Dalam Identifikasi Lahan Kritis. Tesis. Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Bogor. IPB Press.

Asdak, C. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Air Sungai. Yogyakarta. UGM Press.

Auliana, Ridwan, Nurlina. 2017. Analisis Tingkat Kekritisan Lahan di DAS Tabunio Kabupaten Tanah Laut. nama jurnal. 7(2) : 54 – 59.

Ayuba. 2015. Arahan penggunaan lahan pada DAS Limboto Bolango Bone. Tesis. Universitas Hassanudin, Makassar.

Baja, S. 2012. Perencanaan Tata Guna Lahan dan Pengembaangan Wilayah. Yogyakarta. Andi Offset.

Banuwa, I.S. 2013. Erosi. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.

Hardjowigeno, S. 2011. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan. Yogyakarta. UGM Press.

Indrihastuti D, Murtilaksono K, Tjahjono B. 2016. Analisis Lahan Kritis dan Arahan Rehabilitasi Lahan dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Undip. 18 (3) :141-156 .

Lihawa, F. 2011. Bahan Ajar Erosi dan Konservasi Lahan. Program Studi Geografi, Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo Press: Gorontalo.

Melisa Desifindiana Dwi, 2013. Analisa Tingkat Bahaya Erosi pada Das Bondoyudo Lumajang dengan Menggunakan Metode Musle (In Press). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem.1 (2) ; 9-17.

Pamungkas dan Karmadi. 2015. Analisis Lahan Kritis Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Jawa Barat. Jurnal Teknologi 2 (26); 27-37.

Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Perhutanan Sosial Tentang Pedoman Identifikasi Karakteristik Daerah Aliran Sungai Nomor : P. 3/V-SET/2013.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Pertiwi A. 2015. Identifikasi dan Pemetaan Lahan Kritis dengan menggunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh. Skripsi. IPB Press .

Prasetyo. 2013. Geographic Information System of Critical Level of Land Degradation (Critical Land) Based on Agro-ecological Zone (AEZ) in Agricultural Areas with Recombination Method of Fuzzy Logic and Scoring. 10 (1) ;1694-0784.

Pratiwi Riski Ambar. 2015. Sebaran Lahan Kritis dalam Kaitannya dengan Daya Dukung Fisik dan Penataan Ruang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.Skripsi. IPB Press.

Robo, Pawitan, Dasanto. 2018. Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan dan Dampaknya Terhadap Respon Hidrologi DAS Ciliwung Hulu. Jurnal Teknologi. 3 (2) :157-166.

Statistic Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016.

Sunartomo, F.A. 2011 Inventarisasi sebaran lahan kritis di Kabupaten Situbondo. J-SEP V. 5 (1) ; 12-22
Sutrisno dan Nani. 2013. Teknologi Konservasi Tanah Dan Air Untuk Mencegah Degradasi Lahan Pertanian Berlereng. J. Litbang Pert. Vol. 32 No. 3 September 2013: 122130 .

Suwarno, Y. 2013. Pemetaan Lahan Kritis Kabupaten Belitung Timur menggunakan Sistem Informasi Geografis. Globe 15 (1): 30 – 38.

Tabba S. 2013. Kontribusi Faktor dan Penyebab Kekritisan Sub DAS Biyonga Sebagai Hulu Danau Limboto. Info BPK Manado Volume 3 No 1.

Tokairin, Takayuki, Asep Sofyan, and Toshihiro Kitada. 2010. "Effect of Landuse Changes on Local Meteorological Condition in Jakarta: Indonesia: Toward the Evaluation of the Thermal Environment of Megacityes in Asia." Internatonal Journal of Climatology 1931-1941. 22(10):1999-20.