SUBSTITUSI LEGUMINOSA INDIGOFERA DALAM PEMBUATAN SILASE RUMPUT PAKCHONG TERHADAP KANDUNGAN PK, SK, LK DAN ABU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong berupa kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu, dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Januari 2024 di Jl. Kali Serayu No 64 Padang. Analisa sampel dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, semua perlakuan menambahkan aditif tepung jagung sebanyak 6%. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 (Rumput Pakchong 100%), P2 (Rumput Pakchong 90% + Indigofera 10%), P3 (Rumput Pakchong 80% + Indigofera 20%) dan P4 (Rumput Pakchong 70% + Indigofera 30%). Parameter yang diukur adalah kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% dapat menghasilkan silase dengan kualitas yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil protein kasar 15,42%, serat kasar 29,16%, lemak kasar 3,29%, dan abu 20,08%.
References
Hindratiningrum, N. 2010. Produksi dan Kualitas Hijauan Rumput Meksiko pada berbagai Umur Pemotongan, 21(3): 111-122.
Jones CM, Heinrichs AJ, Roth GW, Issler VA. 2004. From harvest to feed : understanding silage management. Jurnal Peternakan Sriwijaya 3(2):43-52.
Lubis, D.A. 1992. Ilmu Makanan Ternak. PT Pembangunan: Jakarta.
Naif, R., O.R. Nahak., dan A.A. Dethan. 2016. Kualitas Nutrisi Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) Yang Diberi Dedak Padi Dan Jagung Giling Dengan Level Berbeda. Jurnal of Animal Scince, 1(1), 6–8.
Preston, T.r. and R.A.Leng. 1987. Matching Ruminant Production Sistems with Available Resources in the Tropic and Sub-Tropic. International Colour Production. Stanthorpe, Queensland, Australia.
Reaves. P. M., 1963. Dairy Cattle Feeding and Management, John wiley and sons, Inc, New York.
Suarni dan I.U. Firmansyah. 2005. Beras jagung: Proses Dan Kandungan Nutrisisebagai Bahan Pangan Pokok. Prosiding Seminar Dan Lokal Karya Nasional Jagung. Makassar. Hal 393-398.
Tillman, A. D., H. Hartadi., S. Reksohadiprojo., S. Prawirokusumo dan S. Lendosoekodjo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan Kedua Peternakan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta
Wibowo A.H. 2010. Pendugaan nutrient dedak padi berdasarkan karakteristik sifat fisik. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.
Wijaya. A.S., T. Dhalika dan S. Nurachma. 2018. Pengaruh Pemberian Silase Campuran Indigofera Sp Dan Rumput Gajah Pada Berbagai Rasio Terhadap Kecernaan Serat Kasar Dan BETN Pada Domba Garut Jantan. Ilmu ternak. Universitas Padjadjaran. Bandung
Woolford, M. K., 1984. The Silage Fermentation, Marcel dekker, Inc. New York.
Yunus M. 2009. Pengaruh pemberian daun lamtoro (Leucaena Leocephala) terhadap kualitas silase rumput gajah (Pennisetum Purpereum) yang diberi molases. Jurnal Agripet 9(1):38-42.
Yusuf, Ardianah. 2001. “Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar pada Silase Campuran Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumacher & Thonn) dengan Legum”. Skripsi Sarjana,: Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




