PENGARUH DOSIS ARANG SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA ULTISOL

  • zahanis zahanis Universitas Tamansiswa Padang
  • Welly h Universitas Bengkulu

Abstract

Tujuan percobaan ini adalah mengetahui interaksi varietas cabai rawit dengan dosis arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada ultisol. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial.  Faktor pertama adalah dosis arang sekam padi dan faktor kedua adalah varietas cabai rawit.  Faktor pertama terdiri 4 taraf yaitu : 0 g/polybag, 45 g/polybag , 90 g/polybag dan 135 g/polybag. Faktor kedua adalah varietas cabai rawit terdiri 3 varietas yaitu :bara, lokal solok dan pelita F1.  Data hasil pengamatan disidik ragam dan dilanjutkan Duncan’s  Multiple Range Test (DMRT)  jika berpengaruh nyata pada taraf 5%.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa Interaksi pemberian dosis arang sekam padi dengan varietas pada ultisol berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, panjang buah dan bobot buah.  Dosis arang sekam padi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil varietas cabai rawit pada ultisol adalah dengan pemberian dosis arang sekam padi 45 g/polybag dengan tinggi tanaman yaitu 41,97 cm, umur berbunga 39,89 HST, umur panen yaitu 68,05 HST, jumlah buah per tanaman yaitu sebanyak 175,22 buah, panjang buah yaitu 3,75 cm, dan bobot buah per tanaman yaitu 93,11 g dan disarankan menggunakan varietas bara dan pelita F1.

References

Anonim. 2011. Budidaya Cabai Rawit. Wikipedia bahasa Indonesia , ensiklopedia bebas. (Diakses18 Agustus 2012)
Anonim. 2012. Teknologi untuk pertanian Organik untuk masa depan kelestarian lingkungan. Diakses tanggal 20 maret 2013.
Badan Pusat Statistik, 2018. Jumlah Produksi Cabai Rawit Sumatera Barat. Dinas Pertanian. Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kota Padang.
Ikpeme CE, Henry P, Okiri OA. 2014. Comparative evaluation of the nutritional, phytochemical and microbiological quality of three pepper varieties. J Food Nutr Sci 2 (3): 74-80. Pertanian, Universitas Negeri Solo
Pramarta R.G. 2014. Identifikasi spesies potovirus penyebab penyakit pada. Sinar baru Bandung. 150 hlm.
Subagyo, H.N. Suharto dan A.B. Siswanto. 2004. Tanah-tanah pertanian di Indonesia. Hlm. 21-66. Dalam A. Adimihardjo, L.I. Amien, F. Agus, D. Djaenudin (ed). Sumberdaya dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Wahyudi, E. B., 2009, Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 1994 dan 2004, Skripsi FakultasGeografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Published
2019-05-07
How to Cite
ZAHANIS, zahanis; H, Welly. PENGARUH DOSIS ARANG SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA ULTISOL. Jurnal Embrio, [S.l.], v. 11, n. 01, p. 11-23, may 2019. ISSN 2808-9766. Available at: <https://ojs.unitas-pdg.ac.id/index.php/embrio/article/view/425>. Date accessed: 19 aug. 2022.