PENGARUH ADITIF TEPUNG JAGUNG DAN FRAKSI HIJAUAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA SILASE TERHADAP KANDUNGAN (BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN KADAR AIR)

Main Article Content

syabruddin syabruddin Fridarti Fridarti sri mulyani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aditif tepung jagung dan fraksi hijauan jagung (Zea mays L.) pada silase terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan kadar air. Penelitian ini dilaksanakan di jalan kaliberantas No. 19, Alai Parak Kopi Padang, dan dianalisa di Laboratorium Nutrisi Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang mana faktor A adalah hijauan jagung (a1 = fraksi atas dan a2 = fraksi bawah) dan faktor B adalah tepung jagung (b1 = 4%, b2 = 8 %, dan b3 = 12%). Peubah yang diukur adalah kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Kadar Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif tepung jagung sampai 12% pada fraksi hijauan jagung berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan kadar air silase fraksi hijauan jagung. Sedangkan interaksi faktor A (a1 dan a2) dan faktor B (b1, b2, dan b3) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan organik silase fraksi hijauan jagung, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan kering dan kadar air silase fraksi hijauan jagung.

Article Details

How to Cite
SYABRUDDIN, syabruddin; FRIDARTI, Fridarti; MULYANI, sri. PENGARUH ADITIF TEPUNG JAGUNG DAN FRAKSI HIJAUAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA SILASE TERHADAP KANDUNGAN (BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN KADAR AIR). Jurnal Embrio, [S.l.], v. 13, n. 2, p. 20-30, nov. 2021. ISSN 2085-403X. Available at: <https://ojs.unitas-pdg.ac.id/index.php/embrio/article/view/707>. Date accessed: 30 nov. 2021.
Section
Articles

References

Direktorat Pakan Ternak. 2009. Silase. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta.

Elita, A. S. 2006. Studi Perbandingan Penampilan Umum dan Kecernaan Pakan Pada Kambing dan Domba Lokal. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertania Bogor, Bogor. Hal 13.
Hidayat, N. 2014. Karakteristik dan Kualitas Silase Rumput Raja Menggunakan berbagai Sumber dan Tingkat Penambahan Karbohidrat Fermentable. Jurnal Agripet, 14(1): 42 – 49.

Indriani N. P., Y. Yuwariah, A. Rochana and H. Djuned. 2015. Effect Of Intercropping Between Corn (Zea mays L) and Peanut (Arachis hypogaea) With Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) On The Yield and Forarges Mineral Content. Pakistan J. Of Nutrition. 14: 362 – 365.

Jasin, I. 2014. Pengaruh Penambahan Molases dan Isolat Bakteri Asam Laktat Cairan Rumen Sapi PO Terhadap Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum). Agripet, 14(1) : 50 – 55.
Murni, R., Akmal, dan Y. Okrisandi. 2012. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Kulit Buah Kakao yang Difermentasi dengan Kapang Phanerochaete chrysosporium Sebagai Pengganti Hijauan Dalam Ransum Ternak Kambing. Agronak. 2 : 16-10.
Panikkai, S., Nurmalina, R., Mulatsih, S., & Purwati, H. 2017. Analisis Ketersediaan Jagung Nasional Menuju Pencapaian Swasembada dengan Pendekatan Model Dinamik. Informatika Pertanian, 26 (1), 41 – 48.