MORFOMETRI OVARIUM DAN FOLIKEL SAPI LOKAL SEBAGAI PENGHASIL OOSIT UNTUK FERTILISASI IN VITRO

Main Article Content

ferry lismanto

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. mengetahui morfometri ovarium sapi lokal pada siklus estrus berbeda, dan 2. mengetahui jumlah folikel dalam menghasilkan oosit pada siklus estrus berbeda untuk fertilisasi in vitro. Materi penelitian yang digunakan adalah ovarium sapi yang telah dipotong sebanyak 40 buah diperoleh dari RPH (Rumah Pemotongan Hewan) Kota Padang, Sumbar. Sedangkan pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut: 1. pengambilan ovarium dari RPH, 2. identifikasi ovarium sapi pada status reproduksi berbeda, dan 3. identifikasi jumlah folikel dan koleksi oosit yang dihasilkan. Sedangkan status reproduksi sapi dibedakan atas ovarium yang memiliki CL (Corpus luteum) dan tanpa CL. Peubah/variabel penelitian ini yaitu: 1. ukuran ovarium sapi pada status reproduksi berbeda, 2. identifikasi jumlah folikel dan koleksi oosit yang dihasilkan pada berbagai ukuran dari status reproduksi sapi lokal berbeda. Perolehan hasil penelitian adalah ukuran ovarium sapi lokal yang memiliki CL dengan berat ovarium sebesar 9,10 ± 2,11 gram, panjang ovarium memiliki CL sebesar 3,12 ± 0,52 cm, lebar ovarium memiliki CL sebesar 2,25 ± 0,44 cm dan volume ovarium memiliki CL sebesar 9,55 ± 2,21 gram. Sedangkan berat ovarium tanpa CL sebesar 5,10 ± 2,00 gram, panjang ovarium tanpa CL sebesar 2,87 ± 0,65 cm, lebar ovarium tanpa CL sebesar 1,80 ± 0,52 cm dan volume tanpa CL sebesar 5,47 ± 2,07 cm. Sedangkan ovarium dengan status reproduksi yang berbeda menunjukkan bahwa jumlah folikel pada ovarium yang memiliki CL dengan ukuran 2-6 mm dan >6 mm cenderung lebih banyak dibandingkan ovarium tanpa CL yang masing-masingnya adalah 15,33 ±11,64 dan 2,22 ± 2,22. Sedangkan ovarium tanpa CL diperoleh hanya sebanyak 12,45 ±7,14 dan 2,00 ±1,77. Sedangkan jumlah folikel dari ovarium yang memiliki CL pada ukuran <2 mm lebih sedikit (4,72±3,93) dibandingkan dengan ovarium yang tidak memiliki CL (6,45 ±5,56). Kesimpulan dari penelitian bahwa status reproduksi sapi potong akan mempengaruhi ukuran ovarium dan jumlah folikel yang dihasilkan. ukuran ovarium sapi lokal yang memiliki CL lebih unggul dibandingkan dengan ovarium sapi tanpa CL baik dari dari ukuran berat, panjang, lebar dan volume. Ovarium sapi yang memiliki CL lebih berpotensi besar dibandingkan tanpa CL dalam menghasilkan oosit untuk fertilisasi in vitro.

Article Details

How to Cite
LISMANTO, ferry. MORFOMETRI OVARIUM DAN FOLIKEL SAPI LOKAL SEBAGAI PENGHASIL OOSIT UNTUK FERTILISASI IN VITRO. Jurnal Embrio, [S.l.], v. 13, n. 2, p. 57-64, nov. 2021. ISSN 2085-403X. Available at: <https://ojs.unitas-pdg.ac.id/index.php/embrio/article/view/713>. Date accessed: 30 nov. 2021.
Section
Articles

References

Abdoon, A.S.S. and Kandil,O.M. 2001. Factors affecting number of surface antral follicles, oocytes quantity and quality of in Egyptian buffalo ovaries. Reproduction Nutrition Development, 41:71-77

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. 2019. Kebijakan strategis ketahanan pangan dan gizi tahun 2020-2024. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Jakarta.

Boediono, A., Yulnawati dan M. A. Setiadi. 2006. Tingkat Pematangan Inti Oosit Domba dari Ovarium dengan Status Reproduksi dan Medium Maturasi yang Berbeda. J. Hayati. 13: 131-136.

Boediono, A., A. Rajamahendran, S. Saha, C. Sumantri and T. Suzuki. 1995. Effect of Presence of a CL in Ovary on Oocyte Number, Cleavage Rate and Blastocyst Production In vitro Cattle (Abstract). Theriogenology. 43: 169.

BPS. 2021. Populasi Sapi Potong menurut Provinsi. https://www.bps.go.id/indicator/24/469/1/populasi-sapi-potong-menurut-provinsi.html

Efrizal , Rusnam , Suryati , Nofa Yolanda, Ferry Lismanto Syaiful and Ainul Mardiah. 2019. Evaluation of Formulated Diets Enriched by Spinach Extracts for the Broodstock Females, Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758). Pakistan Journal of Biological Sciences, 22: 283-290.

Gordon, I. 2003. Laboratory Production of Cattle Embrios. Biotechnology in Agricultural Series. CAB. International.

Hafez, B and E. S. E. Hafez. 2000. Reproduction in Farm Animals. 7th Edition. Philadelphia: Lippincott Wiliams and Wilkins.


Jaswandi., D. Mardona, F. Arlina dan Z. Udin. 2007. Potensi dan Tingkat Kematangan In vitro Sapi Peranakan Simmental. J. Peternakan Indonesia. 12(3): 165-231.

Keskin, A., Mecitoglu, G., Bilen, E., Guner, B. (2016). The Effect of Ovulatory Follicle Size at The Time Of Insemination on Pregnancy Rate in Lactating Dairy Cows. Turkish Journal Veterinary and Animal Sciences. 40: 68-74

Mossa, F., S.W. Walsh, S.T. Butler, D.P Berry, F. Carter, P. Lonergan, G.W Smith, J.J Ireland, A.C.O Evans. 2012. Low numbers of ovarian follicles ≥3 mm in diameter are associated with low fertility in dairy cows. J. Dairy. Sci, 95(5):2355-61. doi: 10.3168/jds.2011-4325.

Muntasib, H. dan B. Masy’ud. 2003. Dasar-dasar Konservasi. Edisi Pertama. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, Jakarta.

Perry, G. A., Smith, M. F., Lucy, M. C., Green, J. A., Parks, T. E., MacNeil, M. D., Roberts, A. J. Geary, T. W. (2005). Proceedings of the National Academy of Scieces of the United States of America. 102(14): 5268-5273

Priedkalns, J. 1989. Sistem Reproduksi Betina. Dalam: Buku Teks Histologi Veteriner II. Brown, D. (Ed.). Edisi Ketiga. UI Press, Jakarta

Richards JS, dan Pangas SA. 2010. The ovary: Basic biology and clinical implications. 120:963-972.
Rifqiyati, N. 2006. Dinamika Perkembangan Ovarium Rusa Timur (Cervus timorensis) dengan Tinjauan Khusus pada Karakteristik Histokimia Folikel. Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rusiyantono, Y. 2001. Pemakaian Medium CR1aa untuk Produksi Embro Kambing In vitro dan Upaya Kriopreservasi dengan Metode Vitrifikasi. Disertasi. Bogor: Pascasarjana IPB.

Syaiful, F. L., R. Saladin, Jaswandi dan Z. Udin. 2011. Pengaruh Waktu Fertilisasi dan Sistem Inkubasi yang Berbeda Terhadap Tingkat Fertilisasi Sapi Lokal Secara In vitro. Padang: J. Peternakan Indonesia.

Syaiful, F. L., Purwati, E., Suardi, & Afriani, T. 2017. Analysis Of Estradiol And Progesterone Hormone Levels Against Various Cell Culture In Tcm- 199 Medium for Cattle In Vitro. Innovare Journal of Medical Sciences, 5(5), 8–12.

Syaiful, F. L. 2018. Optimalisasi Inseminasi Buatan Sapi Potong Melalui Akurasi Kebuntingan Dini Terhadap Uji Punyakoti Dan Palpasi Rektal Jurnal embrio 10 (2), 41-48

Tinda Afriani, Fery Lismanto Syaiful, Sumedi, Dino Eka Putra, Endang Purwati. 2018. Response of Superovulation by Using FSH (Follicle Stimulating Hormone) and Sex Determination of Embryos Using PCR in Pesisir Cows of West Sumatra. Animal Production, 20(1): 7-16.
Syaiful, F.L., Khasrad, S. Maulida. 2020. Identifikasi Ukuran Tubuh Sapi Bali dan Simbal (Simmental-Bali) di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 15(2): 219-226.

Syaiful,F.L., T. Afriani and E. Purwati. 2019. Effect of FSH dosage on the number and quality of Pesisir cattle embryos. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 287, 012003








Ireland, J. J., dan Evans, A. C. O. 2012. Low Number of Ovarian Follicles ≥ 3mm in Diameter are Associated With Low Fertility in Dairy Cows. Jounal Dairy Science. 95: 2355-2361

Syaiful, F. L., R. Saladin, Jaswandi dan Z. Udin. 2011. Pengaruh Waktu Fertilisasi dan Sistem Inkubasi yang Berbeda Terhadap Tingkat Fertilisasi Sapi Lokal Secara In vitro. Padang: J. Peternakan Indonesia.

Toelihere, M. R. 1985. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Angkasa, Bandung.