PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KELOR DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN UJI ORGANOLEPTIK TELUR ASIN (TELUR AYAM KAMPUNG)

  • Sarmiati Sarmiati Universitas Tamansiswa Padang
  • Sari Gando Hidayati Universitas Tamansiswa Padang
  • Fridarti Fridarti Universitas Tamansiswa Padang
  • Devi Dianti Universitas tamansiswa Paang
  • Rudi Kusuma Universitas Tamansiswa Paang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penambahan daun kelor dan lama penyimpanan terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik telur asin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial  yang masing-masaing dilakukan tiga kali ulangan untuk uji jumlah total bakteri dan organoleptik. Percobaan ini terdiri dari dua faktor  yaitu faktor A dan faktor B dengan perlakuan sebagai berikut: Faktor A level persentase jumlah daun Kelor yaitu a1(0%), a2(7%), a3(14%). Faktor B lama Penyimpanan yaitu b1( 6 ), b2 (8 ), b3(10) hari.        Hasil sidik ragam, interaksi pemberian daun kelor dan lama penyimpanan pada proses pembuatan telur asin, memperlihatkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik (aroma, warna kuning telur, tekstur kuning telur, tekstur putih telur, kesukaan), sedangkan untuk uji rasa telur asin memperlihatkan pengaruh nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pembuatan telur asin dapat di tambah daun kelor sampai level 14% dengan lama pemeraman 10 hari

References

Aina, Q, 2014. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Jenis lemak terhadap hasil jadi Rich Biskuit, E-Journal Boga, Vol 03, No 3: Surabaya.
Allismawita, D. Novia dan I. Putra. 2014. Evaluasi Total Koloni Bakteri dan Umur Simpan Telur Asin yang Direndam dalam Larutan Lidah Buaya (Aloevera barbadensis Miller), Jurnal Peternakan Indonesia, Vol 16 (2), ISSN 1907-1760.
Aminah, S. (2015a). Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanam an Kelor ( M oringa oleifera ). Buletin Pertanian Perkotaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, 5(30), 35–44.
Aminah, Syarifah, dkk. 2015. Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan. 5(2) : 35-44.
Ayu, O. P., Rosyid, D., dan Sjofjan, O. 2016. Evaluasi Kualitas Telur dari Hasil Pemberian Beberapa Jenis Pakan Komersial Ayam Petelur. J-PAL 7 (1): 25- 32.
Badan Standarisasi Nasional. 1996. Standar Mutu Telur Asin (SNI-01-4277-1996). Badan Standarisasi Nasional.Jakarta.
Balittri, J. T. 2013. Kandungan senyawa kimia pada daun teh (Camellia sinensis). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri 13(3): 12-16.
BPTP. 2005. Pembuatan Telur Asin. Departemen Pertanian LIPTAN, Yogyakarta. Agdex: 454-90.
Buckle, K. A., R. A. Edwards, G. H. Fleed dan M. Wotton. 2009. Ilmu Pangan. Terjemahan Hari Purnomo dan Adiono. UI Press. Jakarta.
Budiman, A. 2012. Pengaruh lama penyangraian telur asin setelah perebusan terhadap kadar NaCl, tingkat keasinan dan tingkat kekenyalan. Jurnal Teknologi Pangan Universitas Pasundan. Volume 1. Nomor 2. Hal : 1- 13.
Cappuccino, J. G. and Sherman, N. 2014 Manual Laboratorium Mikrobiologi. Edisi: 8. Edited by J. Manurung and H. Vidhayanti. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Engelen.A , S Umela, A A Hasan. 2017. Pengaruh Lama Pengasinan Pada Pembuatan Telur Asin dengan Cara Basah. Jurnal Agroindustri Halal . Volume 3 Nomor 2,pp 133-141
Hajrawati dan M. Aswar. 2011. Kualitas interior telur ayam ras dengan penggunaan larutan daun sirih (Piper Betle L.) sebagai bahan pengawet. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Makassar
Hardiyanthi, F. 2015. Pemanfaatan Aktivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Sediaan Hand and Body Cream. Skripsi. Program Studi Kimia, Program Sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Haryoto, 1986. Pengawetan Telur Segar.Kanisius.Jakarta.
Hasrah. 2017. Karakteristik Organoleptik Telur Asin Yang Diberikan Kombinasi Bawang Putih (Allium Sativum) Dan Cabai (Capsicum annum L) Pada Lama Penyimpanan Yang Berbeda. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin Makassar. Makassar
Hidayati, N dan Mardiono, 2009. Pengaruh Waktu Pengasinan Terhadap Kadar Protein Putih Telur. Jurnal Biomedika. (2) 1. : 81-86..
Idris S, 1995. Telur dan Cara Pengawetannya. Penerbit Fajar. Malang.
Indrawan, I.G., Sukada, I.M. dan Suada, I.K. 2012. Kualitas Telur dan Pengetahuan Masyarakat tentang Penanganan Telur di Tingkat Rumah Tangga. Indonesia Medicus Veterinus 1(5) : 607-620.
Irwansyah, J dan Kusnaidi. 2009. Sifat Fisik Telur Ayam, Kampung Selama Penyimpanan. 32 : 22-30.
Ismarani. 2012. Potensi Senyawa Tannin dalam Menunjang Produksi Ramah Lingkungan. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah. 3(2):46-55.
Isnan, W. 2017. Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Bagi Masyarakat. Jurnal Info Teknis EBONI, Vol 14 Nomor 1.
Juniaty, Towaha Balittri. 2013. Kandungan Senyawa Kimia Pada Daun Teh (Camellia sinensis). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. Vol.19 No.3.
Karsinah, Lucky, H.M. Suharto and Mardiah H.W.. 2010 Mikrobiologi Kedokteran. Tangerang: Binarupa Aksara.
Kasolo, et al, 2010, Phytochemicals and Uses of Moringa oleifera Leaves in Ugandan Rural Communities, Journal of Medical Plant Research. Vol. 4 (9) : 753-757.
Kastaman, R., Sudaryanto dan B.H. Nopianto. 2005. Kajian Proses Pengasinan Telur Metode Reverse Osmosis pada Berbagai Perendaman. Jurusan Teknik dan Manajemen Indrustri Pertanian. 19(1): 30-39
Kurnia, K. P dan I. N. P. Aryantha. 2003. Studi patogenitas bakteri Entamopathogenik lokal pada larva Hyposidra Talaca Wil dan optimasi media pertumbuhannya. Seminar bulanan bioteknologi. PPAU Bioteknologi ITB. Bandung.
Kurniasih. 2013. Khasiat dan Manfaat Daun Kelor Untuk Penyembuhan Berbagai Penyakit. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Muchtadi, T. R, dan Ayustaningwarno, F, 2010, Teknologi Proses Pengolahan Pangan, PenerbitAlfabeta: Bandung.
Naiborhu, P. E. 2002. Ekstraksi dan Manfaat Ekstrak Mangrove (Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris) Sebagai Bahan Alami Antibakterial pada Patogen Udang Windu, Vibrio Harveyi. Jurnal Ilmiah Institut Pertanian Bogor.
Novia, D., Juliyarsi dan P. Andalusia. 2011. Evaluasi Total Koloni Bakteri dan Cita Rasa Telur Asin dengan Perlakuan Perendaman Ekstrak Kulit Bawang. Jurnal Peternakan Indonesia. Vol 13(2) : 92-98
Novia, D., Melia . S., dan Mutiara. 2016. Kombinasi Abu Kayu dan Kapur pada Proses Pengasinan terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Nilai Organoleptik Telur Asin. Jurnal Peternakan Indonesia. 18 (1): 29-35.
Nurhidayat, Y., J. Sumarmono dan S. Wasito. (2013). Kadar air, kemasiran dan tekstur telur asin ayam niaga yang dimasak dengan cara berbeda. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3): 813-820.
Nursiwi, A., P. Darmadji dan S. Kanoni. 2013. Pengaruh Penambahan Asap Cair Terhadap Sifat Kimia dan Sensoris Telur Asin Rasa Asap. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, VI(2): 82-89.
Nuruzzakiah, Prawito dan Hermawan. 2016. Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Kadar Protein Dan Kualitas Organoleptik Telur Bebek. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi. Volume 1. Nomor 1. Hal : 1-9
Oktaviani H, Kariada N, Utami NR. 2012. Pengaruh pengasinan terhadap kandungan zat gizi telur bebek yang diberi limbah udang. Unnes Journal of Life Science, 1, 106–112.
Simbolan JM, Simbolan M, Katharina N. 2007. Cegah Malnutrisi dengan Kelor. Yogyakarta: Kanisius.
Soekarto, S.T. 1985 Penilain Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharata Karya Aksara, Jakarta.
Steel, R. G. D dan J. H. Torrie. 1995. Prinsip dan prosedur statistik suatu pendekatan biometrik. Sumantri B, Penerjemah. Gramedia. Jakarta.
Sulistiati.2003. Pengaruh Berbagai Macam Pengawet dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Telur Konsumsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Suprapti, L. 2002. Pengawetan Telur. Kanisius. Yogyakarta.
Surainiwati, Suada, I. K. and Rudyanto, M. D. 2013 ‘Mutu Telur Asin Desa Kelayu Selong Lombok Timur yang Dibungkus dalam Abu Gosok Dan Tanah Liat’, Indonesia Medicus Veterinus 2013, 2(3), pp. 282–295.
Suryani,Y. Dan O.Taupiqurrahman, M. Biotek, 2021. Mikrobiologi Dasar. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Bandung.
Syarifah Aminah et. al,. 2015. Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan Volume 5 Nomor 2.
USDA (United States Department of Agriculture). 2012. United State Standards, Grades, and Weight Classes for Shell Eggs. United States Department of Agriculture. 56:1-12.
Winarno, F.G. 1995. Telur, Komposisi, Penanganan Dan Pengolahanny. PT. Gramedia Pustaka, jakarta.
Winarno. F. G. dan Koswara, S. 2002. Telur, Komposisi, Penanganan dan Pengolahannya. M-Brio press. Bogor.
Yusuf, M. 2007. Cara Praktis membuat telur Asin, Sinar Cemerlang Abadi, salatiga web; http://opac.salatigakota.go.id/ucs/index.php?p=show_detail&id=25159
Published
2023-10-30
How to Cite
SARMIATI, Sarmiati et al. PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KELOR DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN UJI ORGANOLEPTIK TELUR ASIN (TELUR AYAM KAMPUNG). Jurnal Embrio, [S.l.], v. 15, n. 2, p. 1-22, oct. 2023. ISSN 2808-9766. Available at: <https://ojs.unitas-pdg.ac.id/index.php/embrio/article/view/926>. Date accessed: 19 may 2024. doi: https://doi.org/10.31317/embrio.v15i2.926.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.